KAIDAH SASTRA, TEKS, DAN PENGGUNAAN BAHASA

Nama                    : Syifa Naila Husna

NIM                       : 22016152

Prodi                     : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dosen Pengampu : Dr. Abdurrahman, M.Pd.

A.    Kaidah Sastra

           1. Bahan baku teks sastra

    Untuk menghasilkan karya sastra seorang pengarang atau sastrawan perlu mengolah bahan baku dalam pembuatannya. Bahan baku karya sastra adalah bahasa. Sastrawan mengolah bahasa agar menjadi indah dan bernilai seni. Sebab, keindahan itulah yang menyebabkan karya sastra disebut karya seni, yaitu seni sastra. Cara sastrawan menggunakan bahasa untuk menulis karya sastra berbeda dengan cara penulis lain untuk menghasilkan karya ilmiah. Penulis karya ilmiah bertujuan menyampaikan gagasan kepada pembaca. Karena itu, kata-kata yang dipilih dalamrakitan kalimatnya dibuat sedemikian rupa agar pembaca karya ilmiah dapat cepat menangkap dan memahami gagasan penulis. Lain halnya dengan sastrawan. Sastrawan menulis bukan hanya untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca, melainkan juga menyampaikan perasaannya.

2. Bahasa Sastra vs Bahasa Keseharian

    Bahasa sastra menggunakan bahasa kedua, sedangkan bahasa ke seharian menggunakan bahasa pertama. Karena bahasa sastra adalah bahasa yang digunkan oleh para sastrawan untuk membuat beberapa buku, menggunakan bahasa baku, dan pemilihan beberapa kata dan kalimat. Sedangkan bahasa keseharian menggunakan bahasa yang tidak menggunakan bahasa baku atau bahasa percakapan yang sering dilakukan oleh orang lain atau masyarakat.

            3. Bahasa sastra vs bahasa ilmiah

     Karya sastra dapat dinikmati sampai kapanpun meskipun berbeda zaman, karena terkandung nilai-nilai yang masih relevan untuk dipelajari atau dipraktikkan. Sedangkan nonsastra (ilmiah) akan berkembang terus menerus dari waktu ke waktu. Bahasa sastra adalah bahasa yang bersifat khayal/imajinatif atau subjektif karena sastra dciptakan oleh pengarang, dan pengarang tersebut memiliki hak penuh dalam menciptakan suatu karya sastra. Sedangkan bahasa ilmiah (nonsastra yang lebih bersifat nyata atau objektif). Karena hasil karya imliah dapat diperoleh berdasarkan fakta-fakta yang sudah ada dan disepakati kebenarannya secara umum.

            4. Karakteristik bahan baku teks sastra

    Karakteristik bahasa memiliki bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan konteks penggunaannya. Purwadarminto membedakan bahasa menjadi beberapa macam yaitu, ragam bahasa umum dan ragam bahasa khusus. Ragam bahasa umum adalah ragam bahasa yang biasa digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari oleh manusia dalam suatu masyarakat. Ragam bahasa khusus dikelompokan menjadi beberapa macam, yaitu ragam bahasa jurnalistik, ragam bahasa jabatan, ragam bahasa ilmiah, dan ragam bahasa sastra. Semuanya memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang berbeda-beda. Misalnya, ragam bahasa jurnalistik memiliki ciri-ciri singkat, padat, sederhana, lugas, jelas, jernih, menarik, demokratis, populis, logis, gramatikal, menghindari kata tutur, menghindari kata dan istilah asing, pilihan kata (diksi) yang tepat, menggunakan kalimat aktif, menghindari kata atau istilah teknis, dan tunduk pada etika dan kaidah yang berlaku di masyarakat.

           5. Hakikat Teks Sebagai Ilmu (Tekstologi)

Dalam teori lain, Prof. Oman pernah mengemukakan jika tekstologi itu hampir sama dengan filologi. Yang mana, kedua ilmu tersebut mempelajari bagaimana sejarah serta proses terjadinya teks sehingga muncul dalam bentuk tulisan.Kendati terkesan sama, namun hakikatnya kedua ilmu tersebut memiliki. Hal ini dapat dilihat dari cakupan ilmu masing-masing. Di mana, tekstologi lebih mempelajari proses terjadinya teks serta silsilah penurunannya dalam sebuah karya yang berupa tulisan.

           6. Ciri Khas Suatu Teks

Teks didefinisikan sebagai ungkapan bahasa yang menurut isi, sintaksis dan pragmatik merupakan suatu kesatuan (Luxemburg, et al., 1992: 86). Menurut definisi di atas, setidaknya terdapat tiga hal yang harus ada dalam sebuah teks. Tiga hal itu adalah isi, sintaksis, dan pragmatik. teks mempunyai ciri-ciri yaitu adanya inti gagasan atau ide yang terdiri dari Unsur intrinsik dan ekstrinsik. Dan. Isinya menggambarkan manusia dengan berbagai persoalanny, bahasanya yang indah atau tertata baik,gaya penyajiannya menarik yang berkesan dihati pembaca.

            7. Jenis-Jenis Teks dalam Kaidah Tekstologi

Jenis-jenis teks dalam kaidah tekstologi yaitu

* Teks lisan.

* Teks naskah tulisan tangan.

* Teks cetakan.

            8. Kaidah Teks Sastra dalam Kajian Taekstologi

Baried (1985:57), menyebutkan ada sepulih prinsip Lichacev yang dapat dijadikan sebagai pegangan untuk penelitian tekstologi yang pernah diterakan terhadap karya-karya monumental sastra lama Rusia, diantaranya adalah:

* Tekstologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki sejarah teks suatu karya.

* Penelitian teks harus didahului dari penyuntingnya.

* Edisi teks harus menggambarkan sejarah.

* Tidak ada kenyataan tekstologi tanpa penjelasannya.

* Secara metodis perubahan yang dilakukan sesuai dengan kenyataan.

* Teks harus diteliti sebagai keseluruhan

* Bahan-bahan yang mengiringi sebuah teks (dalam naskah) harus diikutsertakan dalam penelitian.

* Perlu diteliti pemantulan sejarah teks sebuah karya dalam teks-teks dan monumen sastra lain.

* Pekerjaan seorang penyalin dan kegiatan skriptoria-skriptoria tentu harus diteliti secara menyeluruh.

* Rekontruksi teks tidak dapat menggantikan teks yang diturunkan dalam naskah-naskah.


Daftar Pustaka

http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BHS._DAN_SASTRA_INDONESIA/197006242006041-TEDI_PERMADI/Teks%2C_Tekstologi%2C_dan_Kritik_Teks.pdf

Teeuw, A. 1989. Sastra Indonesia Modern II. Jakarta:Pustaka Jaya. Sugiharto Bambang.2006. postmodernisme,

 







Komentar